AmoraInsight.com – Pernahkah tubuh terasa tegang, jantung berdebar, sulit tidur, atau tiba-tiba merasa panik tanpa tahu penyebabnya?
Bagi sebagian orang yang pernah mengalami pengalaman traumatis, tubuh dapat terus berada dalam kondisi waspada bahkan ketika situasi sebenarnya sudah aman. Trauma bukan hanya pengalaman yang tersimpan dalam ingatan, tetapi juga dapat memengaruhi cara sistem saraf merespons ancaman.
Ketika otak menangkap sesuatu sebagai bahaya, tubuh dapat mengaktifkan respons fight or flight—respons alami untuk menghadapi atau menghindari ancaman. Detak jantung meningkat, napas berubah, otot menegang, dan tubuh mempersiapkan diri untuk bertindak.
Pada sebagian orang, respons ini dapat muncul kembali ketika bertemu sesuatu yang mengingatkan pada pengalaman masa lalu. Suara, tempat, kata-kata, situasi, bahkan sensasi tertentu dapat menjadi pemicu.
Inilah sebabnya seseorang mungkin berpikir, “Saya tahu saya aman, tetapi tubuh saya seperti mengatakan sebaliknya.”
Memahami hal ini dapat menjadi langkah awal yang penting. Respons tubuh bukan berarti seseorang lemah atau berlebihan. Sering kali, tubuh sedang berusaha melindungi kita berdasarkan pengalaman yang pernah dialaminya. Tubuh tidak sedang melawan kita. Tubuh sedang mencoba menjaga kita tetap aman.*






