AmoraInsight.com-Pernahkah kamu merasa cemas, tegang, atau ingin menghindar meskipun sebenarnya tidak sedang berada dalam bahaya?

Hal itu bisa terjadi setelah seseorang mengalami pengalaman yang sangat menakutkan atau menyakitkan. Tubuh dapat tetap berada dalam mode waspada meskipun peristiwa tersebut sudah berlalu.

Suara, tempat, aroma, kata-kata, atau situasi tertentu dapat menjadi trigger yang mengingatkan tubuh pada pengalaman sebelumnya. Akibatnya, muncul respons seperti jantung berdebar, tubuh menegang, sulit bernapas, gemetar, ingin melarikan diri, atau justru merasa membeku.

Ini bukan berarti seseorang lemah atau berlebihan. Tubuh sedang menjalankan mekanisme perlindungan yang pernah dipelajarinya.

Belajar Merasa Aman Kembali

Pemulihan bukan berarti memaksa diri melupakan masa lalu. Kita dapat mulai dengan mengenali apa yang sedang terjadi dan membedakan:

“Apakah aku benar-benar berada dalam bahaya sekarang, atau tubuhku sedang mengingat bahaya yang pernah terjadi?”

Tarik perhatian kembali pada lingkungan saat ini, rasakan kaki menyentuh lantai, dan berikan diri sendiri waktu untuk tenang.

Jika respons trauma terus berulang dan mengganggu kehidupan sehari-hari, dukungan dari profesional kesehatan mental dapat membantu.

Tubuhmu bukan musuhmu. Mungkin ia hanya sedang berusaha melindungimu dari sesuatu yang pernah menyakitimu.

Dan perlahan, tubuh juga bisa belajar bahwa kamu sudah berada di tempat yang lebih aman sekarang.*