AmoraInsight.com – Pernah merasa sudah melakukan banyak hal, tetapi tetap saja muncul pikiran, “Aku masih belum cukup”?
Sudah bekerja keras, tetapi merasa kurang sukses. Sudah memiliki sesuatu, tetapi masih membandingkan diri dengan orang lain. Bahkan ketika berhasil mencapai sebuah tujuan, rasa puas itu hanya bertahan sebentar sebelum muncul keinginan untuk mendapatkan lebih banyak.
Perasaan ini tidak selalu berarti kita tidak bersyukur. Kadang kita terjebak dalam scarcity mindset, yaitu pola pikir yang membuat kita lebih fokus pada apa yang tidak kita miliki daripada apa yang sudah ada.
Media sosial juga dapat memperkuatnya. Kita melihat pencapaian orang lain tanpa melihat perjuangan mereka. Akhirnya, kehidupan sendiri terasa tertinggal.
Cukup Bukan Berarti Berhenti
Memiliki ambisi dan ingin berkembang adalah hal yang sehat. Namun, pertumbuhan akan terasa melelahkan jika selalu didorong oleh keyakinan bahwa “aku baru berharga kalau sudah memiliki lebih.”
Cobalah mengubah pertanyaannya.
Bukan:
“Apa lagi yang belum aku punya?”
Tetapi:
“Apa yang sudah berhasil aku lewati sampai hari ini?”
Karena terkadang kita tidak kekurangan sesuatu.
Kita hanya lupa menghargai apa yang sudah kita miliki.
Kelimpahan bukan hanya tentang memiliki lebih banyak. Kelimpahan juga tentang mampu menyadari bahwa hidupmu sudah memiliki sesuatu yang bernilai.*







