AmoraInsight.com – Ketika anak melakukan kesalahan atau menghadapi masalah, respons pertama orang tua sering kali adalah memberikan nasihat.

“Kan sudah Mama bilang.”
“Seharusnya kamu begini.”
“Jangan lakukan itu lagi.”

Niatnya baik. Orang tua ingin anak belajar dan tidak mengulangi kesalahan. Namun, anak tidak selalu membutuhkan solusi.

Terkadang mereka hanya membutuhkan seseorang yang mau **mendengarkan tanpa langsung menghakimi atau memperbaiki.

Ketika anak bercerita tentang masalahnya, cobalah bertanya:

“Kamu ingin Mama kasih solusi, atau kamu cuma ingin cerita?”

Pertanyaan sederhana ini memberikan anak ruang untuk mengenali perasaannya sendiri.

Mendengarkan Bukan Berarti Membenarkan

Mendengarkan anak bukan berarti menyetujui semua perilakunya. Kita tetap dapat memberikan batasan dan arahan, tetapi setelah anak merasa didengar dan dipahami.

Anak yang terbiasa didengarkan akan belajar bahwa emosinya memiliki tempat yang aman untuk dibicarakan.

Anak tidak selalu membutuhkan orang tua yang punya semua jawaban.

Kadang mereka hanya membutuhkan seseorang yang duduk di sampingnya dan berkata:

Ceritakan. Mama dengarkan!

Karena sebelum belajar menerima nasihat, anak perlu merasa bahwa suaranya berharga.*